Selain terbuka bagi berbagai kalangan, Johnny menilai konsep hybrid fitness juga relatif mudah diperkenalkan kepada masyarakat. Salah satunya melalui konten video di media sosial.

“Saya melihat perjalanan dengan konsep hybrid juga sebagai sesuatu yang cukup mudah dilakukan. Saya mencoba memperkenalkannya melalui berbagai cara, termasuk video. Namun, ketika hanya melihat orang lain melakukannya, belum tentu seseorang tertarik untuk mencobanya sendiri,” imbuhnya.

Karena itu, Johnny kerap mengajak penonton berinteraksi dengan menanyakan siapa yang tertarik, tidak tertarik, atau bahkan belum pernah mendengar olahraga tersebut.

Menurutnya, pengalaman melihat teman mengikuti HYROX juga bisa menjadi pemicu seseorang untuk mencoba olahraga tersebut. Dari pengalaman pertama itu, rasa percaya diri dapat tumbuh dan mendorong seseorang untuk kembali mencoba.

“Ketika melihat teman melakukannya, seseorang biasanya akan berpikir bahwa dirinya juga mampu. Mungkin pada awalnya masih ragu untuk mencoba. Namun, setelah berhasil melewati pengalaman pertama, biasanya muncul keinginan untuk mencoba lagi,” urainya.

Pengalaman pertama tersebut, lanjut Johnny, dapat menjadi motivasi untuk terus mendorong diri dan memberikan kemampuan terbaik. Dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.

“Semakin kuat dan bermanfaat sebuah komunitas, semakin baik pula ekosistem yang terbentuk. Dengan dukungan yang semakin besar, komunitas akan berkembang, perekonomian ikut bergerak, dan manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak orang,” pungkasnya.(Li)