Farhan menegaskan, Bandung tidak perlu meniru Seoul Korea Selatan secara utuh. Namun, konsistensi Seoul dalam membangun pemerintahan yang responsif, mengintegrasikan data antarorganisasi pemerintahan, serta melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan masyarakat dinilai layak menjadi pembelajaran.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan data sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, apabila data dikelola dengan baik dan dimanfaatkan secara transparan, kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat tumbuh.

Sementara itu, perwakilan Seoul Metropolitan Government, Mr. Koo Hong-seok, Ambassador for International Relations mengatakan hubungan persahabatan Bandung dan Seoul telah terjalin sejak 2016. Tahun 2026 sekaligus menjadi momentum 10 tahun kemitraan kedua kota.

Menurut Koo, momentum tersebut menjadi kesempatan penting untuk saling berbagi kebijakan dan pengalaman sekaligus memperkuat fondasi kerja sama Bandung-Seoul.

Ia menjelaskan, Seoul terus memanfaatkan data dan teknologi digital untuk merespons perubahan lingkungan perkotaan yang berlangsung cepat serta kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

“Kami sangat berharap waktu ini dapat menjadi waktu yang berharga bagi kita semua untuk berbagi pengalaman dan pendapat satu sama lain,” ujarnya.

Koo juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kedua kota serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan seminar tersebut. Ia berharap hubungan Bandung dan Seoul terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua kota.(Fi)