Namun, ia menambahkan, bahwa tantangan Satu Data Aceh saat ini bukan lagi sekedar bagaimana menyediakan data, tetapi bagaimana memastikan data yang kita gunakan adalah data yang sama, benar, pertukaran, mudah diakses, dan tersedia pada saat dibutuhkan.

“Kita masih menghadapi berbagai persoalan: banyaknya sumber dan pemilik data, beragam aplikasi dan sistem informasi yang belum sepenuhnya terintegrasi, data yang belum diperbarui secara berkala, serta kebutuhan data yang tidak selalu dapat disajikan secara cepat dan konsisten,” kata Sekda Nasir.

Bahkan, Sekda Nasir mengatakan, dalam pelaksanaan berbagai program Pemerintah Pusat di Aceh, pernah menghadapi kondisi ketika data atau pencapaian kegiatan yang disampaikan oleh Kementerian/Lembaga menjadi pertanyaan di daerah, karena data tersebut belum sepenuhnya teridentifikasi atau tersinkronisasi dengan data Pemerintah Aceh.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan data bukan hanya persoalan teknis atau administrasi. Data dapat mempengaruhi perencanaan, penganggaran, pengambilan keputusan, evaluasi program, bahkan komunikasi publik,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, Satu Data Aceh harus didorong dari sekadar membangun sistem menjadi membangun satu ekosistem data. “Kita tidak membutuhkan semakin banyak aplikasi jika datanya tetap terpisah dan tidak saling terhubung,” katanya.

“Yang kita perlukan adalah kejelasan siapa pemilik data, siapa yang memproduksi dan memutakhirkan, bagaimana standar dan resolusinya, kapan data diperbarui, bagaimana data dapat diakses, serta siapa yang bertanggung jawab terhadap kualitas data tersebut.”

Oleh karena itu, ia meminta, Forum Satu Data Aceh harus menjadi ruang untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Kita perlu memperkuat koordinasi antar lembaga, menyelaraskan standar dan definisi data, mengintegrasikan berbagai sumber data, serta memastikan kebutuhan data dapat tersedia secara cepat, akurat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Mengutip pesan Gubernur Mualem, bahwa: “Kita boleh memiliki banyak data, tetapi yang terpenting adalah data tersebut mudah ditemukan dan tersedia ketika dibutuhkan.”

“Begitu pula, banyaknya aplikasi tidak akan memberikan manfaat maksimal jika data di dalamnya tidak terintegrasi. Jangan sampai kita tenggelam dalam banyaknya angka, sementara yang diperlukan untuk mengambil keputusan adalah satu rujukan data yang jelas, akurat, dan dapat dipercaya.”(Hr)