Sungai tidak ditempatkan semata sebagai objek wisata maupun ruang rekreasi, melainkan sebagai bagian dari kehidupan bersama dan ruang sosial masyarakat Kota Bandung.
Penggagas PKKB, Gabriel menjelaskan, pelaksanaan Popolah kedua tidak hanya berfokus pada aktivitas di sungai, tetapi juga mengaktifkan ruang-ruang di sekitar Sungai Cikapundung sebagai satu kesatuan kawasan.
“Popolah kedua tidak hanya melakukan aktivasi di sungai. Ruang-ruang di sekitar Sungai Cikapundung ikut diaktifkan sebagai bagian dari satu kesatuan kawasan,” ujarnya, Selasa 11 Agustus 2026.
Sejumlah ruang, seperti kawasan di bawah Flyover Pasupati, Taman Caskade, dan lapangan futsal, akan menjadi bagian dari rangkaian aktivitas yang saling terhubung.
Rangkaian Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 akan diisi beragam aktivitas, mulai dari kaulinan tradisional Sunda, kukuyaan dan bebersih Sungai Cikapundung, karnaval sungai, lomba masak hasil Buruan Sae, hingga pagelaran seni Sunda.
Kegiatan juga menghadirkan UMKM dan Stand Carnaval sebagai ruang promosi dan pemberdayaan kreativitas masyarakat lokal.(Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan