Pihaknya berharap semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga terus dipertahankan, untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Lurah Tegalpanggung Ismail Husen menjelaskan, pohon munggur tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari 150 tahun.

“Warga sebelumnya sempat berencana iuran untuk menebang pohon ini. Sudah ada tukang tebang, tetapi kemudian mundur. Setelah itu warga berkoordinasi dengan berbagai pihak karena pohon ini berada di persil pribadi,” jelasnya.

Menurut Ismail, penanganan kali ini tidak dilakukan dengan menebang pohon hingga mati. Bagian pohon yang dinilai berisiko akan dikurangi untuk mengurangi beban dan potensi bahaya, sedangkan perawatan atau pemangkasan berikutnya dapat dilakukan warga secara berkala.

“Tidak sampai dimatikan karena kalau dimatikan dikhawatirkan lapuk, membusuk, bahkan bisa ambres dan memengaruhi tanah di sekitar pohon. Jadi batang dan dahannya dikurangi, kemudian selanjutnya warga bisa melakukan pruning,” katanya.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah, di antaranya pengurus RW 03 dan RW 04, RT 13 dan RT 16, Kampung Tukangan dan Ledoktukangan, Linmas, Kampung Tangguh Bencana, relawan se-Kemantren Danurejan, serta perangkat daerah.(Ms)