Selain perbaikan pada jembatan eksisting, Erwin juga meminta perangkat daerah mengkaji pembangunan jembatan baru di lokasi alternatif yang telah diusulkan warga.
Menurutnya, pembangunan tersebut penting mengingat jembatan menjadi akses vital yang menghubungkan permukiman warga di RT 05 dan RT 06 serta menjadi jalur aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Kita akan melihat opsi pembangunan jembatan baru di lokasi sebelah. Usulan ini akan kami kaji dan diupayakan masuk dalam pembahasan anggaran, baik melalui perubahan anggaran apabila memungkinkan maupun pada anggaran tahun berikutnya. Terpenting, kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas,” katanya.
Dalam dialog bersama warga, Erwin juga menerima berbagai masukan terkait kondisi jembatan yang dinilai semakin berisiko saat musim hujan karena debit air sungai meningkat.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang melalui pembangunan jembatan yang lebih lebar, aman, dan mampu menunjang mobilitas masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Erwin meminta DSDABM bersama jajaran kewilayahan segera menyusun usulan teknis, termasuk penambahan reling pengaman dan peningkatan fasilitas keselamatan pada jembatan yang ada sambil mempersiapkan rencana pembangunan jembatan baru.
Ia menuturkan, Pemkot Bandung akan terus merespons setiap laporan masyarakat mengenai kondisi infrastruktur secara cepat agar keselamatan warga tetap terjamin.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Infrastruktur yang menjadi akses utama warga harus dipastikan aman dan layak digunakan. Karena itu, selain perbaikan yang sudah berjalan, kami akan menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman,” tutur Erwin.(Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan