Selain perbaikan pada jembatan eksisting, Erwin juga meminta perangkat daerah mengkaji pembangunan jembatan baru di lokasi alternatif yang telah diusulkan warga.

Menurutnya, pembangunan tersebut penting mengingat jembatan menjadi akses vital yang menghubungkan permukiman warga di RT 05 dan RT 06 serta menjadi jalur aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Kita akan melihat opsi pembangunan jembatan baru di lokasi sebelah. Usulan ini akan kami kaji dan diupayakan masuk dalam pembahasan anggaran, baik melalui perubahan anggaran apabila memungkinkan maupun pada anggaran tahun berikutnya. Terpenting, kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas,” katanya.

Dalam dialog bersama warga, Erwin juga menerima berbagai masukan terkait kondisi jembatan yang dinilai semakin berisiko saat musim hujan karena debit air sungai meningkat.

Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang melalui pembangunan jembatan yang lebih lebar, aman, dan mampu menunjang mobilitas masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Erwin meminta DSDABM bersama jajaran kewilayahan segera menyusun usulan teknis, termasuk penambahan reling pengaman dan peningkatan fasilitas keselamatan pada jembatan yang ada sambil mempersiapkan rencana pembangunan jembatan baru.

Ia menuturkan, Pemkot Bandung akan terus merespons setiap laporan masyarakat mengenai kondisi infrastruktur secara cepat agar keselamatan warga tetap terjamin.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Infrastruktur yang menjadi akses utama warga harus dipastikan aman dan layak digunakan. Karena itu, selain perbaikan yang sudah berjalan, kami akan menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman,” tutur Erwin.(Fi)

Baca Juga  Disnaker Gelar Pelatihan AI, Perserta: Membuka Pengetahuan BaruMenjawab tantangan tersebut, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung menghadirkan pelatihan Artificial Intelligence (AI) sebagai ruang belajar bagi masyarakat agar lebih memahami dan memanfaatkan teknologi secara positif. Pelatihan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Tercatat sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan, sementara pendaftaran yang dibuka selama dua hari mampu menarik hampir 90 pendaftar. Tingginya minat tersebut menunjukkan semakin besarnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keterampilan digital di era saat ini. Salah satu peserta, Rhyma Permatasari, pemilik usaha RHITME Innovation menilai, pelatihan ini memberikan manfaat yang sangat relevan dengan bidang yang sedang ia tekuni. Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu yang mendukung berbagai kebutuhan dalam pengembangan diri dan usaha yang sedang dijalankannya. “Materi yang diberikan sangat menarik. Kami diajarkan bagaimana memahami cara kerja AI, membuat perintah atau prompt yang tepat, hingga nantinya praktik langsung. Saya berharap ilmu yang dipelajari selama dua hari ini bisa diterapkan dan memberikan manfaat ke depannya,” ujarnya pada Pelatihan AI, di Kantor Disnaker Kota Bandung, Senin 25 Mei 2026. Rhyma juga menilai manfaat AI tidak hanya untuk dunia usaha, tetapi juga bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda. “Ilmu seperti ini perlu ditularkan. Banyak anak muda yang sudah mengenal AI, tetapi penggunaannya belum maksimal. Harapannya ilmu dari pelatihan ini bisa dibagikan lagi kepada masyarakat dan pemuda di lingkungan sekitar,” tambahnya. Hal senada disampaikan peserta lainnya, Salmi Nurbustini. Ia menilai pelatihan tersebut menambah wawasan tentang pemanfaatan AI di tengah perkembangan era digital. “Pelatihan ini membuka pengetahuan baru tentang AI yang dapat membantu pekerjaan, pembelajaran, maupun kebutuhan sehari-hari. Materi dari pemateri juga mudah dipahami dan fasilitas yang diberikan cukup baik,” katanya. Ia berharap pemanfaatan AI ke depan dapat semakin luas dan membantu masyarakat, baik dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan. Sementara itu, Kepala UPT BLK Disnaker Kota Bandung, Erwin mengatakan, perkembangan teknologi saat ini membuat pemahaman tentang AI menjadi kebutuhan yang semakin penting. “Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. AI sudah menjadi bagian dari berbagai aktivitas, sehingga kami ingin melatih warga Kota Bandung agar lebih memahami teknologi, mengetahui apa itu AI, bagaimana cara menggunakannya, hingga memanfaatkannya untuk membantu berbagai kebutuhan,” ujarnya. Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Disnaker Kota Bandung juga menyiapkan pelatihan lanjutan atau batch berikutnya bagi peserta yang belum mendapatkan kesempatan. Ke depan, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen mendukung pelatihan-pelatihan gratis yang dapat diakses masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga akan terus dilakukan, termasuk pemanfaatan fasilitas dan sarana pelatihan agar semakin banyak warga yang memiliki kemampuan digital dan siap menghadapi tantangan masa depan. Melalui pelatihan ini, AI tidak hanya dikenalkan sebagai teknologi baru, tetapi juga sebagai sarana yang dapat membantu masyarakat menjadi lebih produktif, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan zaman. (yan)