Setelah ikrar adat di Foris Lamo , rangkaian acara berlanjut ke Pendopo Bala untuk penyerahan piagam gelar adat dan penyampaian sambutan.

Jo Hukum Soasio Kesultanan Ternate, Gunawan Radjim, menjelaskan bahwa gelar ini melekat seumur hidup. Penganugerahan ini sekaligus mengulang jejak sejarah masuknya keturunan Jawa dalam struktur ketatanegaraan Kesultanan Ternate, sebagaimana trah Bobato 18 (seperti Fanyira Jawa , Sangaji Jawa , dan Imam Jawa) yang sudah ada sejak era Sultan Zainal Abidin.

Sultan Ternate Hidayatullah Sjah mengungkapkan rasa bangga atas kesediaan para pimpinan lembaga negara tersebut untuk menjadi bagian dari keluarga besar Kesultanan Ternate demi menjaga kelestarian budaya Nusantara.

Rasa terima kasih mendalam turut disampaikan oleh Zudan Arif Fakrulloh dan Muhammad Taufiq. Kedua pimpinan lembaga negara tersebut menekankan pentingnya nguri-uri kabudayan (merawat kebudayaan) serta menghormati peran sejarah Kesultanan Ternate sebagai salah satu pilar utama berdirinya Republik Indonesia.

Selain Sekprov Maluku Utara Drs. Samsuddin A. Kadir, acara sakral ini turut dihadiri oleh Kakanreg BKN, Karo Adpim Ali Fataruba, Plt. Kepala BPSDM Syam Sofyan, jajaran perangkat adat dan Bobato Kesultanan Ternate, serta rombongan pejabat dari BKN dan LAN RI.(Ts)