Secara umum, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celcius dengan kelembapan udara 58–100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.
“Adapun tinggi gelombang laut di perairan Riau diprakirakan berada pada kisaran 0,5–1,25 meter atau kategori rendah,” jelasnya.
Di tengah masih tingginya peluang hujan, BMKG mencatat jumlah titik api di Provinsi Riau meningkat menjadi 21 titik berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.00 WIB. Sebaran terbanyak berada di Kota Dumai sebanyak tujuh titik, disusul Kabupaten Indragiri Hilir lima titik, Kabupaten Kuantan Singingi empat titik, Kabupaten Pelalawan tiga titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Indragiri Hulu.
Sementara itu, secara keseluruhan terdapat 276 titik api di Pulau Sumatera. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 99 titik, diikuti Sumatera Barat 48 titik, Jambi 37 titik, Bangka Belitung 35 titik, Riau 21 titik, Lampung 11 titik, Sumatera Utara 10 titik, Kepulauan Riau delapan titik, dan Bengkulu tujuh titik.
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, terutama pada wilayah yang telah diperingatkan. Di sisi lain, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan juga harus terus dilakukan meski hujan mulai turun di sejumlah daerah,” kata Sanya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(Zt)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan