Setelah itu, pembangunan SAH bergeser ke segmen Jalan Kemasan sisi utara. Adi menyatakan rekomendasi Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta untuk pembangunan SAH di Jalan Kemasan sisi utara akan dikerjakan di malam hari. Mengingat lokasi dekat simpang dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) dan ada rute Trans Jogja. Pihaknya juga memastikan meskipun tidak sampai aspal ulang, penyelesaian pengerjaan SAH bekas galian akan dicor sehingga jalan bisa dilintasi kendaraan dengan aman.
Pembangunan SAH di Jalan Kemasan juga diintegrasikan dengan SPAH, sehingga sistem drainase yang tidak hanya berfungsi mengalirkan air hujan, tetapi juga mendukung konservasi air tanah. Dinas PUPKP Kota Yogyakarta mencatat telah membangun 4.159 titik SPAH yang tersebar di berbagai wilayah. Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Yogyakarta juga merencanakan penambahan sekitar 350 titik SPAH baru yang terintegrasi dengan pembangunan dan peningkatan SAH.
“Melalui sistem ini, sebagian air hujan yang mengalir di saluran tidak langsung dibuang ke hilir, melainkan ditampung dan diresapkan kembali ke dalam tanah. Jadi hanya limpasan air saja yang ke sungai. Jadi fungsi drainase tidak hanya sebagai sarana pengaliran air, tetapi juga sebagai media konservasi sumber daya air,” tambah Adi.
Selain itu, Dinas PUPKP Kota Yogyakarta juga membangun SAH di wilayah Kelurahan Rejowinangun, tepatnya di jalan akses ke Kampung Karangsari. Dia menyatakan pembangunan SAH itu melanjutkan tahun lalu tepatnya di Jalan Kebun Raya ke timur dan saat ini sudah mulai pengerjaan. Pembangunan itu untuk mengatasi genangan di kampung tersebut dan nantinya akan dihubungkan dengan saluran tahun kemarin. Pembangunan SAH di Rejowinangun menggunakan pagu anggaran sekitar Rp 3 miliar dari APBD Kota Yogyakarta 2026.(Sp)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan