FGD ini merupakan tindak lanjut pembahasan antara Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Georgetown University, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengenai penguatan ekosistem pendidikan tinggi dan riset di Jakarta. Sebelumnya, AT Kearney bersama Georgetown University juga berdiskusi dengan Danantara untuk merumuskan skema insentif yang dapat meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai lokasi pendirian perguruan tinggi bertaraf internasional.
Melalui forum tersebut, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan mengenai model kelembagaan, tata kelola, kemitraan internasional, dukungan regulasi, hingga roadmap implementasi Jakarta Education and Innovation Center. Seluruh hasil diskusi akan ditindaklanjuti oleh Bappeda Provinsi DKI Jakarta sebagai salah satu acuan dalam penyusunan kebijakan dan rencana implementasi program.
“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut. Ke depan, kami ingin semakin banyak perguruan tinggi dan lembaga riset kelas dunia berkolaborasi di Jakarta sehingga pendidikan dan inovasi menjadi kekuatan baru untuk meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global,” pungkas Gubernur Pramono.
FGD ini dihadiri perwakilan berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional, di antaranya Massachusetts Institute of Technology (MIT), Stanford University, Georgetown University, Seoul National University (SNU), Nanyang Technological University (NTU), Peking University, Brown University, The London School of Economics and Political Science (LSE), Monash University Indonesia, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Hadir juga perwakilan World Bank, Asian Development Bank (ADB), AT Kearney, serta sejumlah kementerian yang memberikan masukan strategis bagi pengembangan Jakarta Education and Innovation Center.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan