“Jangan mengandalkan ingatan. Gunakan sistem pencatatan digital sehingga pengurus maupun anggota dapat memantau kondisi keuangan dan usaha kapan saja,” katanya.

Farhan mengungkapkan hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pengembangan koperasi di Kota Bandung masih berada di angka sekitar 36 persen. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Bandung untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan koperasi.

“Data ini bukan untuk membuat kita pesimis, tetapi menjadi cambuk agar koperasi di Kota Bandung terus berbenah dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Wali Kota optimis Bandung mampu menjadi pelopor wajah baru koperasi Indonesia. Menurutnya, kekayaan terbesar Kota Bandung bukanlah sumber daya alam, melainkan talenta masyarakat yang kreatif.

“Tambang emas Kota Bandung adalah manusianya. Karena itu saya ingin wajah baru koperasi Indonesia lahir dari Kota Bandung, dengan ide-ide kreatif, inovasi digital, dan semangat gotong royong,” ucapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono mengapresiasi Pemkot Bandung atas komitmennya dalam memperkuat gerakan koperasi.

Ia menuturkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar koperasi menjadi sokoguru perekonomian nasional melalui penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

Menurutnya, koperasi saat ini harus berkembang menjadi badan usaha yang modern, profesional, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa maupun kelurahan.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kota Bandung mendukung pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, pergudangan hingga pembiayaan usaha.

“Koperasi yang kuat akan melahirkan ekonomi rakyat yang bermartabat. Karena itu mari jadikan Hari Koperasi sebagai momentum memperkuat digitalisasi, kolaborasi, tata kelola yang baik, dan tetap menjaga nilai-nilai kekeluargaan,” tutur Koko.(Fi)