Pelalawan,Pilarbangsa.com – Komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terus ditunjukkan Puskesmas Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan. Berbagai terobosan dilakukan melalui inovasi yang menyentuh berbagai aspek pelayanan, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, kesehatan jiwa, pelayanan lansia, hingga transformasi administrasi berbasis digital.

Kepala Puskesmas Bandar Petalangan, Rita Widuri, mengatakan bahwa hingga saat ini Puskesmas Bandar Petalangan telah menerapkan 11 inovasi pelayanan kesehatan sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan saling layanan kepada masyarakat. Seluruh inovasi tersebut lahir dari kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi solusi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah diakses, efektif, efisien, dan berkelanjutan.

“Sampai saat ini terdapat 11 inovasi yang telah kami terapkan di Puskesmas Bandar Petalangan. Seluruh inovasi tersebut merupakan upaya kami dalam menjawab berbagai permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar semakin cepat, mudah dijangkau, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami juga terus mendorong inovasi di bidang administrasi agar pelayanan menjadi lebih efektif dan akuntabel,” ujarnya.

11 inovasi yang diterapkan tersebut, yaitu:

1.Warebu (WhatsApp Reminder Ibu Hamil)

Inovasi ini memanfaatkan aplikasi WhatsApp sebagai media pengingat bagi ibu hamil agar rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) serta hadir sesuai jadwal pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC). Melalui pengingat yang dikirim secara berkala, diharapkan memenuhi ibu hamil meningkat sehingga risiko komplikasi kehamilan dapat ditekan.

2. Nejasi (Nenek Bijak ASI)

Program ini melibatkan para nenek bayi sebagai pendukung utama ibu menyusui dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi serta bahaya memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) sebelum waktunya.

3.Gemoy Sejiwa (Gerakan Minum Obat Yuk Sehat Jiwa)

Inovasi berbasis komunitas ini bertujuan untuk memenuhi gangguan jiwa pasien dalam mengonsumsi obat, mencegah kekambuhan, sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga agar mampu mendukung proses pemulihan pasien secara optimal.

4. Perawatan di Rumah Lansia Resti

yakni layanan kunjungan rumah bagi lansia berisiko tinggi. Melalui pelayanan ini, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala serta deteksi dini terhadap potensi penyakit sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

5.Posbindu Beraksi Gali PTM

Program ini menyasar instansi pemerintah, swasta, hingga sekolah dengan melakukan skrining faktor risiko PTM melalui wawancara kesehatan, pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar perut, tekanan darah, pemeriksaan gula darah dan kolesterol, serta pemberian konseling dan edukasi kesehatan.