Dalam kesempatan itu, Gubernur Pramono juga berdialog dengan para juara, di antaranya Arjuna dan Lintang. Ia mengaku terkesan dengan kemampuan para peserta yang sejak usia muda telah mampu menciptakan inovasi robotika untuk menjawab berbagai persoalan, mulai dari konsep smart city, pengelolaan kemacetan, hingga penanganan sampah.
“Saya semakin yakin masa depan Jakarta ada di tangan anak-anak seperti mereka. Mereka memiliki cara berpikir yang berbeda sehingga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan. Dari kompetisi ini akan lahir para inovator dan problem solver bagi Jakarta, bahkan Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Robotika Seluruh Indonesia, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta yang telah memberikan ruang untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan ajang tersebut. Ia berharap kegiatan ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas sekaligus semakin memperkuat ekosistem teknologi di Jakarta.
“Mudah-mudahan ini tidak berhenti pada penyelenggaraan kali ini saja. Kita akan berlanjut ke tingkat nasional melalui Olimpiade Robotika Indonesia yang akan digelar pada November 2026. Semoga ke depan kita terus bersinergi membangun Jakarta yang lebih maju, lebih canggih, serta memperkuat transformasi digital untuk mendukung Indonesia Emas 2045 bersama kota global Jakarta,” harapnya.
Mengusung tema Belajar Teknologi, Menciptakan Masa Depan, Jakarta Robotic Games 2026 diikuti 252 tim dari 120 sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA. Babak penyisihan digelar di Balai Kota Jakarta pada 17–18 Juni, kemudian dilanjutkan dengan babak final di Jakarta Fair Kemayoran pada 26–28 Juni 2026.
Para peserta berkompetisi dalam berbagai kategori, mulai dari Coding Robot Application, Robot Soccer, hingga Robot Kreatif, yang menguji kemampuan teknis, kerja sama tim, serta pemecahan masalah.(Li)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan