“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sejak pagi hari, bahkan sebelum acara dimulai, masyarakat sudah memadati kawasan Asia Afrika untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan parade,” ujarnya.
Salah seorang pengunjung, Sudarmi mengaku rela datang lebih awal demi menikmati seluruh
rangkaian parade budaya.
“Hari ini acaranya sangat meriah. Pengunjungnya ramai sekali. Saya tidak peduli cuaca panas, yang penting bisa menyaksikan festival sampai selesai. Saya bahkan datang bersama suami saya yang berusia 81 tahun dengan berjalan kaki sekitar delapan kilometer dari rumah demi menyaksikan kemeriahan Asia Africa Festival,” tuturnya.
Melalui keberagaman seni, budaya, dan kreativitas yang ditampilkan, festival
ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia dalam semangat persatuan, kolaborasi, dan persahabatan.
Asia Africa Festival juga memperkuat citra Kota Bandung sebagai kota yang menjunjung keberagaman, kreativitas, serta semangat Konferensi Asia Afrika.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan