Saat ini terdapat 110 lembaga dan organisasi masyarakat Islam di Kota Batam. Keberadaan organisasi tersebut menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat syiar Islam, menjaga kerukunan, membina generasi muda, dan mendukung pembangunan daerah.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Infrastruktur terus dibangun, ekonomi digerakkan, dan investasi didorong. Namun, nilai-nilai akhlak, persaudaraan, dan harmoni sosial juga harus terus dijaga. Di sinilah kolaborasi menjadi kekuatan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Firmansyah juga mengapresiasi perjalanan BMGQ Kota Batam yang telah memasuki usia ke-27. Menurutnya, perjalanan panjang organisasi tersebut menjadi bukti konsistensi dalam membina guru Al-Qur’an dan memperkuat pendidikan keagamaan di Kota Batam.
“Dua puluh tujuh tahun bukan sekadar angka. Di dalamnya terdapat ketulusan, kesabaran, dan pengabdian. Ada Al-Qur’an yang diajarkan, akhlak yang ditanamkan, serta generasi yang dipersiapkan untuk masa depan Batam,” ujarnya.
Rangkaian Milad ke-27 BMGQ ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan organisasi sekaligus simbol komitmen untuk terus memperkuat peran guru Al-Qur’an dalam membangun karakter masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Firmansyah mengajak masyarakat menjadikan semangat hijrah sebagai energi perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
“Hijrah dimulai dari hati yang dibenahi, niat yang diluruskan, dan amal yang terus diperbaiki. Dari sanalah perubahan lahir, ketika hidup semakin dekat kepada rida Allah SWT dan semakin besar manfaatnya bagi sesama,” tutupnya.
Selain pertemuan akbar, kegiatan tersebut juga diisi dengan Pawai Ta’aruf, doa bersama, sambutan Ketua Umum BMGQ Kota Batam, sekapur sirih dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, pemotongan tumpeng, serta pembagian doorprize.(Op)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan