Sementara itu, pada dini hari kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Riau diprakirakan didominasi udara kabur hingga berawan.
Kemudian, suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah. Kendati demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diimbau memantau perkembangan cuaca sebelum beraktivitas,” jelasnya.
Di sisi lain, hasil pemantauan titik panas (hotspot) hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 209 hotspot di Pulau Sumatera. Sebaran terbanyak berada di Aceh dengan 100 titik, disusul Sumatera Selatan 54 titik, Lampung dan Kepulauan Bangka Belitung masing-masing 18 titik, Sumatera Utara sembilan titik, Jambi lima titik, Bengkulu empat titik, dan Provinsi Riau satu titik.
“Untuk Provinsi Riau, terpantau satu titik panas yang berada di Kabupaten Pelalawan. Meskipun jumlahnya relatif sedikit, masyarakat tetap diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah,” kata Bella R. Adelia.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar terus mengikuti perkembangan informasi cuaca, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan, mengingat potensi hujan disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Riau sepanjang hari.(Zt)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan