Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Pramono meluncurkan Sistem Peringatan Dini pada Website Udara Jakarta yang dikembangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Sistem ini menyajikan informasi kualitas udara yang lebih lengkap, termasuk prediksi kondisi udara hingga tiga hari ke depan sebagai acuan masyarakat dalam beraktivitas.
“Pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam pengendalian pencemaran udara. Dengan informasi yang lebih akurat dan mudah diakses, pemerintah dan masyarakat dapat mengambil langkah yang lebih cepat dan tepat menghadapi perubahan kualitas udara,” jelasnya.
Gubernur Pramono juga meresmikan Waste Station atau Bank Sampah Balai Kota sebagai wujud komitmen bahwa perubahan pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan pemerintahan. Menurutnya, pemerintah harus memberi contoh agar budaya memilah sampah semakin luas diterapkan masyarakat.
“Saya berharap langkah ini menginspirasi institusi, perkantoran, dan kawasan permukiman untuk menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar manfaat yang dirasakan bersama,” urainya.
Menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 2027, Gubernur Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat berbagai program pengelolaan lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor. Ia optimistis keterlibatan aktif masyarakat menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang bersih, sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
“Mari jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya bersama. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi warisan terbaik bagi generasi Jakarta di masa depan,” pungkasnya.
JEFF 2026 berlangsung pada 3-4 Juli di Balai Kota Jakarta. Festival ini menghadirkan forum diskusi, talk show, workshop, impact talk, volunteer corner, hingga JEFF 2026 Awards. Berbagai isu, mulai dari pengelolaan sampah, kualitas udara, ekonomi sirkular, hingga gaya hidup berkelanjutan, dibahas bersama pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.(Li)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan