Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta juga melakukan normalisasi dengan mempertahankan luas penampang Kali Grogol dan mengoptimalkan kapasitas tampungnya. Rangkaian pekerjaan ini bertujuan memperkuat tebing sungai, memperlancar aliran air, serta mengurangi risiko luapan dan longsor saat curah hujan tinggi.
Gubernur Pramono mengapresiasi kolaborasi Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta, dan jajaran wilayah dalam menata kawasan yang sebelumnya menghadapi persoalan banjir, permukiman kumuh, serta keterbatasan akses.
“Tempat ini dulu tempat kumuh. Bahkan, mohon maaf, banyak orang yang mengatakan ini merupakan salah satu dunia sedikit gelap lah begitu. Salah satu tempat yang dulu dianggap tidak terselesaikan, dengan kerja sama yang baik, alhamdulillah bisa kita tangani,” jelas Gubernur Pramono.
Ia mengingatkan, kawasan Kemanggisan pernah terendam banjir hingga mencapai atap rumah warga sekitar lima tahun lalu. Karena itu, penyelesaian pembangunan harus diikuti dengan pemeliharaan dan pengawasan agar seluruh infrastruktur tetap berfungsi optimal.
Gubernur Pramono menginstruksikan Wali Kota Jakarta Barat, Sekretaris Kota, camat, dan lurah setempat untuk menjaga jalan inspeksi dari bangunan liar. Akses tersebut harus tetap terbuka agar petugas dapat melakukan pemantauan, pembersihan, dan pemeliharaan Kali Grogol.
“Nanti kalau jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan siapa pun untuk membuat bangunan liar di atas jalan ini. Merawat itu terkadang lebih susah. Jangan sampai kemudian kita sudah buat turap tanggul yang baik, jalan yang baik, tetapi karena tidak dikelola dengan baik, itulah yang selalu menjadi persoalan kita bersama,” pungkasnya.(Li)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan