Tidak hanya itu, penampilan Kota Bandung juga diperkuat oleh partisipasi istri Sekretaris Daerah Kota Bandung, Dewi Pertiwi Zulkarnain yang turut tampil bersama para kepala dinas dan sejumlah penampil lainnya yang mewakili Kota Bandung dalam peragaan busana tersebut.
Setiap penampil membawakan karya yang mengangkat keindahan Batik Patrakomala, wastra khas Kota Bandung yang menjadi simbol flora dan identitas budaya daerah.
Melalui permainan motif, siluet, dan detail busana, koleksi yang ditampilkan berhasil menggambarkan Bandung sebagai kota yang kaya akan sejarah, keberagaman, dan semangat inovasi.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menilai penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen yang terus berkomitmen memajukan ekonomi kreatif dan melestarikan budaya lokal.
“Prestasi ini adalah kebanggaan bagi seluruh warga Kota Bandung. Penghargaan ini menunjukkan bahwa karya-karya kreatif yang lahir dari Bandung memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi. Kita ingin budaya dan kreativitas lokal tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi yang mampu membawa nama Bandung semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan meraih tiga penghargaan sekaligus menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Bandung dan Dekranasda untuk terus mendukung para perajin, desainer, serta pelaku UMKM agar terus berinovasi dan menciptakan karya-karya terbaik.
“Bandung akan terus menjadi rumah bagi kreativitas. Prestasi ini bukan akhir, melainkan semangat baru untuk terus melahirkan karya yang berakar pada budaya, namun mampu menjawab perkembangan zaman,” katanya.(Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan