Dari sisi pembudayaan olahraga, papar Menpora Erick, Mandiri Jogja Marathon turut memberikan ruang bagi partisipasi masyarakat dalam meraih kebugaran fisik. Apalagi menurut data statistik, meskipun secara demografis penduduk Indonesia didominasi usia muda, namun partisipasi berolahraganya masih 17 persen.
“Artinya dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, dan saya lihat sekarang sudah ada 104 event maraton di Indonesia, dengan total pelari hampir 10,6 juta kalau tidak salah, pasti akan mendorong partisipasi olahraga masyarakat yang punya aksesibilitas olahraga lebih baik,” terang Menpora Erick.
Kemenpora sendiri, lanjut Menpora, saat ini mendorong pelaksanaan Car Free Day (CFD) di seluruh kabupaten/kota dalam rangka pembudayaan olahraga masyarakat. Tercatat dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, saat ini masih kisaran 220-an daerah yang menyelenggarakan CFD.
“Nah siapa tahu dengan Car Free Day, masyarakat mulai bisa latihan jalan, jogging, yang akhirnya juga bisa ikut maraton seperti ini,” harap Menpora.
Diketahui, Mandiri Jogja Marathon 2026 ini menghadirkan empat pilihan kategori meliputi Marathon (42,195 kilometer), Half Marathon (21,097 kilometer), 10K, dan 5K Fun Run. Bertema “More Than a Race” ajang sport tourism ini memadukan kompetisi lari berstandar internasional dengan pengalaman wisata, perayaan budaya, dan perjalanan menyusuri Yogyakarta yang berdampak sosial.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan