“Umur 12 tahun, kelas 6 SD, tinggal di Kecamatan Medan Perjuangan,” sebut anak itu.

Ali menunjukkan pengetahuan yang mengejutkan. Ia mampu menjawab dengan tepat jumlah kecamatan di Kota Medan, yakni 21, bahkan juga jumlah kelurahan sebanyak 151. Rico Waas tampak heran sekaligus kagum. “Luar biasa!” ungkapnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri Ketua Sah-Rizki Novita Sari, sejumlah pimpinan perangkat daerah, serta para camat se-Kota Medan, Rico Waas juga menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Sah-Rizki atas penyelenggaraan khitanan massal tersebut. Ia menilai kegiatan sosial seperti ini memiliki makna penting, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan generasi muda.

Ia mengungkapkan, khitanan massal memang kerap dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk di Kota Medan. Namun, keterlibatan komunitas seperti Sah-Rizki patut diapresiasi karena tidak hanya fokus pada kegiatan ekonomi atau UMKM, tetapi juga menjalankan fungsi sosial yang langsung menyentuh masyarakat.

Kegiatan ini, sebutnya, menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap tumbuh kembang anak-anak, baik secara fisik maupun spiritual.

“Hubungan sosial seperti ini sangat baik untuk terus dilakukan. Mudah-mudahan membawa manfaat bagi anak-anak kita semuanya,” ujarnya.

Selain khitanan massal, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada ibu tunggal sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Di akhir sambutannya, Rico Waas mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi. Ia berharap kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi semua pihak.(Mp)