Lebih jauh, Herman Deru menantang manajemen BSB untuk keluar dari zona nyaman dan melepaskan mentalitas sebagai institusi yang selalu diistimewakan oleh pemerintah.
“Pertama kali kita harus memperbaiki citra, lalu kita jangan mudah puas. Maka mulai sekarang, lepaskanlah orientasi bahwa kita ini ‘anak kandung’ pemerintah. Coba kita lihat lebih luas lagi, karena kompetitor kita tidak tinggal diam,” ungkapnya memotivasi.
Di era digital yang kompetitif, Gubernur juga berpesan agar BSB lebih jeli, komunikatif, dan agresif dalam menangkap potensi pangsa pasar baru. Penguatan sistem teknologi yang canggih serta peluncuran program-program inovatif mutlak diperlukan agar BSB mampu bersaing dengan perbankan nasional maupun digital, terutama dalam memikat generasi muda atau Gen Z.
“Jangan sampai Bank Sumsel Babel ini hanya menjadi alternatif terakhir bagi nasabah. Ayo berbenah! Mulai dari tampilan, inovasi program, hingga etos kerja kita,” pungkas Herman Deru.(Sp)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan