Kami juga melakukan deregulasi 191 aturan menjadi 4 aturan, 1500 pasal menjadi 600 pasal dan sebagainya,” urainya.
Ketua Umum PB POBSI (Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia) Hary Tanoesoedibjo, menilai cabang olahraga billiard telah berkembang pesat di Indonesia. Kompetisi menjadi salah satu kunci agar billiard dapat jauh berkembang di tanah air.
“Billiard kita lihat cukup berkembang dimana-mana dan salah satu yang bisa mentriger adalah kompetisi agar billiard lebih berkembang lagi. Kita mulai dari kompetisi daerah, kompetisi nasional dan akhirnya kita beranikan untuk kompetisi internasional,” ujar Hary Tanoe.
Atlet billiard terbaik Indonesia, Jeffry Zen menilai kompetisi seperti Predator-PBC Indonesia International Open 2026 menjadi kompetisi penting untuk mengasah kemampuan atlet meraih prestasi maksimal.
“Kompetisi seperti inilah yang sangat diinginkan oleh pebilliard-pebilliard di Indonesia, jadi kita sangat apresiasi kepada Ketum POBSI yang telah membuat even sekelas internasional. Kompetisi ini sangat baik untuk generasi-generasi muda pebilliard Indonesia,” ujarnya.
“Dari kompetisi seperti ini atlet akan lebih banyak pengalaman, ketika gagal akan terus berlatih lebih keras untuk terus mencoba hingga prestasi terbaik,” tutupnya pada acara yang juga dihadiri CEO PBC Kevin Sanjaya, Sekjen KONI Pusat Lukman Djajadikusuma dan Exco KOI Endri Erawan.(Li)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan