“Investasi digital seperti ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja baru, meningkatkan kualitas talenta lokal di bidang teknologi, serta memperkuat daya saing Batam di tingkat nasional maupun internasional,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa perkembangan industri data center dan AI di Batam perlu diiringi dengan penguatan keamanan siber, perlindungan data, serta peningkatan literasi digital masyarakat guna mendukung ekosistem digital yang sehat dan berkelanjutan.
Pembangunan pusat data modern di Nongsa tersebut juga dinilai selaras dengan visi transformasi digital nasional dan pengembangan Batam sebagai kawasan investasi strategis berbasis teknologi dan inovasi.
Sebelumnya, Direktur PT Equator Gate System Batam, Efendi menyampaikan bahwa pihaknya akan membangun EGS AI Data Center dengan nilai investasi mencapai USD 5 miliar atau setara Rp88 triliun di atas lahan seluas 30 hektar di Nongsa, Batam.
Data center tersebut dirancang menjadi pusat pemrosesan Artificial Intelligence (AI), machine learning, dan cloud computing modern di kawasan Asia Tenggara.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung pengembangan ekosistem digital dan investasi teknologi tinggi di Kota Batam.
Rudy Panjaitan berharap kolaborasi lintas sektor seperti ini dapat terus diperkuat guna mendorong Batam menjadi pusat ekonomi digital dan teknologi masa depan yang kompetitif, modern, dan berkelanjutan.(Op)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan