“Sebagai warga lokal antusias, karena cheering-nya luar biasa. Semoga ke depan lebih meriah lagi,” kata Eko.

Dia juga memuji pengamanan dan sterilisasi jalur, yang membuat pelari merasa nyaman. Menurutnya, event seperti itu juga penting untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Harapannya UMKM lebih maju lagi dan lebih ramai,” ujarnya.

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, Purwokerto Half Marathon tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga bagian dari pengembangan sport tourism (olahraga pariwisata) di Jawa Tengah.

“Kegiatan ini bagian dari sport tourism yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” bebernya.

Sumarno mengatakan, event lari juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat hidup sehat. Di sisi lain, kehadiran pelari dari luar daerah diharapkan mampu meningkatkan kunjungan ke Purwokerto.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah salah satunya ditopang sektor konsumsi. Karena itu, kegiatan yang mampu mendatangkan orang dari luar daerah dinilai penting untuk mendorong perputaran ekonomi wilayah.

“Minimal mereka menginap di hotel, makan, dan harapannya berbelanja untuk UMKM di Purwokerto,” ujarnya.

Dia berharap, momentum long weekend (libur panjang) ini membuat pelari dan pendampingnya tidak hanya tinggal sehari di Purwokerto, tapi bisa beberapa hari tinggal. Dengan demikian, dampak terhadap hunian hotel, kuliner, UMKM, dan destinasi wisata bisa lebih besar.

Dari sisi ekonomi, Pemprov Jateng berharap perputaran uang dari Purwokerto Half Marathon 2026, meningkat dibanding dua penyelenggaraan sebelumnya. Pada 2024, perputaran ekonomi disebut mencapai sekitar Rp6,4 miliar, lalu naik menjadi Rp8,5 miliar pada 2025.

“Tahun 2026 ini harapannya menjadi Rp10 miliar. Mudah-mudahan berhasil, bahkan lebih dari itu,” ujar Sumarno. (Ft)