Memasuki pekan keempat, pelaksanaan program mulai difokuskan tidak hanya pada pembersihan rutin, tetapi juga pemetaan persoalan lingkungan yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Selain membersihkan sampah dan sedimentasi saluran air, kegiatan Sasapu juga diarahkan untuk memastikan kondisi drainase tetap optimal, terutama menjelang meningkatnya intensitas hujan di sejumlah wilayah.

Dalam kegiatan tersebut, Farhan kembali mengingatkan pentingnya kehadiran langsung aparat kewilayahan di lapangan.

Menurutnya, persoalan kebersihan kota tidak dapat diselesaikan hanya melalui laporan administratif, melainkan membutuhkan pengawasan dan tindakan nyata secara langsung.

Selain menjadi contoh untuk masyarkat, program Sasapu juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap respons dan kedisiplinan aparat kewilayahan dalam menjaga lingkungan di masing-masing wilayah.

Pelaksanaan Sasapu Bandung ke-4 juga dilakukan serentak di berbagai titik lain di Kota Bandung sebagai bagian dari gerakan kebersihan terpadu yang terus digencarkan Pemerintah Kota Bandung.(Fi)