PEKANBARU,Pilarbangsa.com – Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Riau menunjukkan perkembangan yang cukup positif pada Februari 2026. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja tercatat mencapai 3,36 juta orang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, Rabu (6/5/2026), menjelaskan bahwa peningkatan tersebut turut mendorong naiknya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).
“Jumlah angkatan kerja Provinsi Riau berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2026 sebanyak 3,36 juta orang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Provinsi Riau Februari 2026 terhitung sebesar 66,17 persen, meningkat 1,49 persen poin dari TPAK Februari 2025,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,22 juta orang merupakan penduduk bekerja, sementara sekitar 0,14 juta orang masih dalam kategori pengangguran. Secara umum, kondisi ini menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Penduduk yang bekerja di Provinsi Riau tercatat sebanyak 3,22 juta orang. Dimana lapangan pekerjaan yang mendominasi adalah kategori pertanian (33,83 persen), perdagangan (18,08 persen), dan industri pengolahan (8,11 persen),” jelasnya.
Meski demikian, struktur ketenagakerjaan Riau masih didominasi sektor informal. BPS mencatat sebanyak 53,81 persen atau sekitar 1,73 juta orang bekerja di sektor informal, meningkat dibandingkan Februari 2025.
“Pekerja pada kegiatan informal di Provinsi Riau tercatat sebanyak 53,81 persen (1,73 juta orang), naik sebesar 1,02 persen poin dibanding Februari 2025,” kata Asep.
Dari sisi pengangguran, kondisi menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,09 persen atau turun 0,03 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2026 sebesar 4,09 persen, turun sebesar 0,03 persen poin dibandingkan dengan Februari 2025,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan