Ia menjelaskan, konsep logo terinspirasi dari berbagai identitas visual, termasuk logo-logo HJB sebelumnya, Wonderful Indonesia, serta identitas visual Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan ikon khas Kota Bogor, seperti kujang dan tanduk kijang, hingga membentuk lekukan visual yang menjadi identitas logo HJB Ke-544.
Dari sisi warna, biru melambangkan tingginya curah hujan serta keberadaan dua sungai yang membelah Kota Bogor, yakni Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane, yang merepresentasikan ketenteraman dan kedamaian.
Warna hijau melambangkan Kebun Raya Bogor serta kesuburan alam Kota Bogor.
Sementara warna kuning merepresentasikan sejarah panjang Kota Bogor yang berakar dari Kerajaan Pajajaran.
Warna merah melambangkan keberanian menghadapi tantangan zaman, dan warna abu-abu merepresentasikan netralitas serta kestabilan.
“Dengan logo ini, saya berharap Kota Bogor dan masyarakatnya menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih berjaya sesuai semangat tema yang diusung, Bogor Nanjeur,” kata Ilham Akbar.
Ketua Panitia HJB Ke-544 Tahun 2026, Iceu Pujiati, menambahkan bahwa sayembara logo digelar sebagai upaya melibatkan partisipasi masyarakat sekaligus mewadahi kreativitas warga Kota Bogor.
“Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Ini membuktikan bahwa masyarakat Kota Bogor memiliki kreativitas dan potensi yang luar biasa,” ujarnya.(Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan