Dari sektor kepabeanan dan cukai, penerimaan mencapai Rp3,13 triliun atau 18,11 persen dari target. Meski terdapat penurunan pada beberapa komoditas impor, penerimaan cukai mengalami peningkatan terutama dari hasil tembakau dan minuman mengandung etil alkohol.
Di sisi lain, pengelolaan aset negara di Banten mencatat PNBP sebesar Rp19,94 miliar atau 21,33 persen dari target tahunan. Meskipun mengalami kontraksi, sektor lelang tetap menjadi kontributor utama dengan nilai Rp12,71 miliar.
Secara keseluruhan, nilai Barang Milik Negara (BMN) di Provinsi Banten mencapai Rp122,78 triliun atau 1,73 persen dari total nasional, yang didominasi oleh aset tanah. Hal ini dinilai memperkuat fondasi layanan publik di wilayah tersebut.
Dengan capaian tersebut, kinerja fiskal di Provinsi Banten pada awal tahun 2026 dinilai solid dan memberikan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi daerah ke depan(Shs)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan