“Dengan akses air yang lebih terjamin, masyarakat diharapkan hidup lebih sehat dan nyaman sekaligus menjaga lingkungan. Untuk itu, saya mengajak seluruh warga Semanan memanfaatkan fasilitas ini dengan baik dan penuh tanggung jawab agar manfaatnya optimal bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menyatakan PAM Jaya tidak hanya mengandalkan sistem terpusat dari instalasi pengolahan air (IPA) skala besar, tetapi juga mengembangkan IPA komunal untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani. Fasilitas ini telah dibangun di beberapa lokasi, seperti Penjaringan dan Semanan, serta didukung reservoir milik Dinas Sumber Daya Air (SDA), termasuk di Babakan.
IPA komunal tersebut berkapasitas 2–4 liter per detik dan melayani sekitar 400 rumah di wilayah yang belum terjangkau jaringan utama. Selain itu, PAM Jaya juga membangun reservoir besar di Semanan dengan kapasitas hingga 24 juta liter secara bertahap, serta IPA berkapasitas 200 liter per detik untuk memperkuat pasokan air di Jakarta Barat.
“IPA portabel ini bersifat sementara dan dapat dipindahkan ke lokasi lain yang memiliki potensi sumber air, seperti sungai atau waduk. Dengan begitu, fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat layanan, terutama di wilayah kritis seperti Jakarta Barat,” jelas Arief.(Li)
Halaman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan