“Pak Presiden sangat tertarik. Saat ini ada 13 kabupaten yang masih dalam proses pengembangan RDF, sementara tiga kabupaten sudah operasional,” kata Luthfi.
Menurutnya, model Banyumas menjadi contoh konkret pengelolaan sampah terpadu dari tingkat rumah tangga, hingga pemanfaatan akhir.
“Ini menjadi role model. Dari hulu sampai hilir kita kerjakan bersama,” ujar Luthfi.
Pemprov Jateng kini juga mengebut pembangunan fasilitas RDF di berbagai daerah, dengan dukungan empat pabrik semen sebagai penampung hasil olahan sampah.
“Kita punya empat pabrik semen sebagai offtaker. Ini jadi kekuatan kita,” jelasnya.
Selain itu, konsep pengolahan regional juga disiapkan untuk wilayah dengan volume sampah besar, seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya.
Luthfi menegaskan, Jawa Tengah siap melampaui target nasional pengelolaan sampah.
“Target nasional 2029 zero sampah. Jawa Tengah siap lebih cepat, tahun 2028 kita optimistis tercapai,” tegasnya.
Gubernur menambahkan, Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Jawa Tengah, yang dinilai sudah berada di jalur yang tepat.
“Jawa Tengah dinilai sudah baik dan bisa jadi contoh bagi provinsi lain,” kata Luthfi.(Ft)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan