“Terlebih, Provinsi Riau memiliki sekitar 1.591 desa dan 268 kelurahan sedangkan El Nino diprediksi terjadi pada bulan April ini. Untuk itu, sudah seharusnya kita bergerak dari sekarang dalam menyatukan kesepakatan bersama agar bisa mencegah karhutla,” jelasnya.
Diungkapkan, langkah komitmen bersama dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan di lapangan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Ia juga menambahkan, pentingnya pemerataan kewaspadaan di seluruh wilayah. Tidak hanya daerah rawan, tetapi seluruh desa harus memiliki tingkat kesiapan yang sama.
“Edukasi dan pencegahan dini harus diketahui ke setiap warga hingga pelosok desa. Maka kewaspadaan harus merata, untuk itulah nanti kita berkumpul melakukan rapat koordinasi desa pada tanggal 7 Mei mendatang,” ungkapnya.
Diharapkan, melalui rapat tersebut akan menjadi momentum penguatan sinergi bersama dan merumuskan langkah konkret pencegahan karhutla. Sehingga tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dijalankan di lapangan.
“Kita ciptakan komitmen bersama untuk mencegah karhutla. Jika kita bersatu, dari tingkat provinsi hingga desa yakinlah tantangan El Nino yang berat sekalipun akan mampu kita lalui.” pungkasnya.(Zt)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan