Ia menjelaskan bahwa integrasi perencanaan dan penganggaran menjadi langkah strategis yang harus diutamakan. Pemerintah daerah diharapkan mampu menyelaraskan program kerjanya dengan prioritas nasional, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Mendagri menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah pusat dan daerah tidak hanya sebatas pelaksana kebijakan, tetapi harus menjadi kemitraan aktif dalam merancang pembangunan yang relevan dengan potensi dan kebutuhan lokal.

“Pemerintah daerah harus menjadi mitra strategis yang tidak hanya menjalankan, tetapi juga ikut merancang kebijakan agar lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Dalam momentum Hari Otonomi Daerah ke-30 ini, ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah, baik di pusat maupun daerah, untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun sinergi yang solid demi mewujudkan pembangunan yang adil dan merata di seluruh Indonesia.

Dengan sinergi yang kuat, optimistis berbagai tantangan pembangunan dapat dihadapi secara efektif, sekaligus memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi.(Fi)