Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar mengatakan, panitia telah melakukan pemeriksaan ulang secara komprehensif terhadap dokumen resmi yang menyatakan kemampuan calon jemaah, dari aspek kesehatan (fisik dan mental) untuk menunaikan ibadah haji.

“Persiapan kita yang utama adalah melakukan cek kembali hasil istitha’ah dari seluruh jemaah,” ujarnya.

Yunita menyebut, kloter 1 dalam kondisi aman. Namun pada kloter 2 terdapat dua jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit dr Moewardi, sedangkan pada kloter 3 dua jemaah diistirahatkan dan satu lainnya masih diobservasi.

Menurut dia, kondisi itu tidak otomatis membuat jemaah batal berangkat. Penentuan layak terbang dilakukan melalui asesmen khusus, oleh tim medis yang bersiaga 24 jam.

“Pemeriksaan kesehatan itu sangat penting untuk menjaga jemaah di sana tetap sehat. Jadi berangkat sehat, pulang sehat,” katanya.

Calon jemaah haji warga Margasari Kabupaten Tegal, Maliyah mengaku, senang bisa melaksanakan ibadah haji. Sebab, keberangkatan itu setelah penantian sejak 14 tahun silam. Di atas kursi roda, Maliyah tetap bersyukur bisa berangkat haji lantaran sebelumnya sempat sakit.

“Hari senin sempat opname. Tapi alhamdulillah sudah sembuh, dicek kesehatan tadi sudah bagus. Dulu daftar dengan suami, tapi sudah meninggal 4/5 tahun lalu. Sekarang berangkat dengan menantu,” ucap lansia berusia 75 tahun itu.

Pembimbing Ibadah Kloter 3 SOC asal Kabupaten Tegal, Ahmad Risyanto menyebut, pelayanan haji tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya, terutama dalam pembagian kebutuhan jemaah, layanan administrasi, dan kejelasan alur keberangkatan.

“Untuk tahun ini, saya kira dari sisi pelayanan sudah semakin baik,” katanya.

Sebagai informasi, Embarkasi Solo kembali memperoleh layanan Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo, untuk mempercepat proses keberangkatan dan mengurangi kelelahan jemaah. Selain itu, kartu Nusuk kini sudah dibagikan dan diaktivasi sejak di embarkasi.

Acara pelepasan kloter pertama ini dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab, jajaran penyelenggara haji, unsur pemerintah daerah, serta sejumlah tokoh organisasi keagamaan.(Ft)