Kementerian Luar Negeri ingin dunia memperkenalkan Indonesia bukan sebagai kekuatan politik atas dasar bidang pertahanan semata, apalagi melalui perang. Tapi dunia harus mengenal Indonesia dari budaya yang luar biasa, adiluhung, harmoni, dan aman. Nilai-nilai itu tidak banyak dimiliki oleh negara lain.

 

“Jawa Tengah memiliki itu semua. Kementerian Luar Negeri sangat terbantu sekali dengan apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah dan jajarannya, dalam rangka memperkuat diplomasi soft power ini,” ungkapnya.

 

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, Kementerian Luar Negeri telah memberikan arahan terkait soft power diplomasi . Hal itu ditangkap Pemprov Jateng sebagai kesempatan yang bagus, karena saat ini Jawa Tengah diproyeksikan menjadi gudangnya investasi.

 

“Ini menarik sekali jika kementerian luar negeri bisa menjembatani, agar investasi di tempat kami bisa lebih berkembang. Baik bidang budaya, perdagangan, maupun pariwisata ,” katanya.

 

Oleh karena itu, Pemprov Jateng akan meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri. Di mana Kementerian Luar Negeri nanti akan menjadi penghubung, yang membantu perwakilan Jawa Tengah ketika berada di berbagai negara.

 

Selain itu, Kementerian Luar Negeri juga dapat berhubungan dengan diaspora Indonesia yang ada di berbagai negara. Tujuannya, untuk membantu mengembangkan promosi produk dari Jawa Tengah di negara tempat diaspora tinggal. Misalnya, produk UMKM yang sudah diekspor, akan lebih berkembang jika mendapat dukungan dari diaspora. (Ft)