Kami juga menyadari bahwa layanan ini masih perlu terus disempurnakan. Karena itu, kami terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujar Gubernur Sherly.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menjaga kelancaran mobilitas antarwilayah, sekaligus mengurangi beban biaya transportasi bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program ini, termasuk platform penyedia tiket online, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Kemenhub, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II, Kemenhub, Sofifi, unsur TNI dan Polri, tenaga kesehatan, serta seluruh personel yang tergabung dalam Operasi Ketupat Kie Raha.

Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci dalam memastikan seluruh rangkaian arus mudik berjalan tertib, aman, dan lancar bagi masyarakat Maluku Utara. (Trs)