Kehadiran Pigai di Gorontalo untuk memberikan materi tentang HAM. Menurutnya, Kemenham hadir untuk melindungi keadilan bagi yang membutuhkan pertolongan. HAM lahir sebagai “pagar” bagi manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan.
“Sebenarnya sebelum negara lahir, manusia menjadi “seringgala” bagi manusia yang lain.
Manusia menjadi jahat bagi manusia yang lain. Manusia saling bunuh, saling bantai. Supaya menjaga kelestarian keutuhan ciptaan Allah, Maka hadirnya apa yang namanya pagar betis yaitu hak asasi manusia,” jelasnya saat memberikan materi.
Ada beberapa program Kemenham yang saat ini terus digalakkan hingga ke daerah-daerah, diantaranya pembangunan Desa Sadar HAM, program kampung REDAM serta pendidikan dan sosialisasi di kabupaten/kota.
Musyawarah Perencanaan Pembangunan Hak Asasi Manusia menjadi salah satu yang dibanggakan Pigai. Ia mengklaim sebagai satu-satunya dan pertama di dunia. (Is)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan