Bantuan BSPS bersifat stimulan, artinya pemerintah pusat hanya menyediakan dana awal. Sisanya, masyarakat penerima manfaat diharapkan berpartisipasi aktif dengan menambah biaya secara swadaya. Konsep gotong royong pun kembali digelorakan, di mana warga sekitar diharapkan ikut membantu dengan tenaga tukang maupun material tambahan.

“Warga bisa menambah kekurangan biaya secara mandiri jika ingin meningkatkan kualitas bangunan lebih lanjut. Dukungan lingkungan sekitar juga sangat penting,” tambahnya.

Tak hanya berhenti pada perbaikan fisik bangunan, Wali Kota Palembang juga berencana menggelar pertemuan dengan pihak perbankan dan pengembang pada pekan depan. Agenda ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran serta membuka peluang program pendukung lain yang bisa langsung menyentuh masyarakat bawah.

Orang nomor satu di kota tertua di Indonesia ini, Program ini diharapkan menjadi titik balik bagi ribuan keluarga di Palembang yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni. Dengan adanya BSPS, bukan hanya kualitas bangunan yang meningkat, tetapi juga martabat dan kesejahteraan masyarakat. (sp)