Jakarta,Pilarbangsa.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai bagiandari upaya mewujudkan Jakarta kota global yang tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tingkat Kota/Kabupaten Administrasi se-DKI Jakarta Masa Khidmat 2025–2030, yang dirangkaikan dengan Pembukaan Musyawarah Kerja Daerah MUI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa (11/8).
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus MUI tingkat kota dan kabupaten administrasi se-DKI Jakarta yang baru dikukuhkan untuk masa khidmat 2025–2030. Amanah ini penting karena MUI memiliki posisi strategis dalam menjaga kehidupan keagamaan sekaligus mendampingi masyarakat Jakarta yang terus berubah,” ujar Gubernur Pramono, mengawali sambutannya.
Ia kemudian menjelaskan, transformasi Jakarta menuju kota global tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut penguatan kohesi sosial, harmoni, dan nilai-nilai moral di tengah masyarakat yang semakin beragam.
“Jakarta sedang bertransformasi menjadi kota global. Tantangannya bukan hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga kesenjangan sosial, disinformasi, polarisasi, degradasi moral, serta bagaimana menjaga harmoni dalam keberagaman. Karena itu, MUI menjadi mitra penting Pemprov dalam membangun Jakarta yang maju sekaligus berkeadaban,” urainya.
Pemprov DKI Jakarta juga menyatakan dukungan penuh terhadap arah kebijakan dan program kerja MUI Provinsi DKI Jakarta periode 2025–2030. Dukungan tersebut mencakup penguatan moderasi beragama, penolakan terhadap ekstremisme dan intoleransi, serta penyusunan panduan keagamaan yang adaptif terhadap berbagai isu baru.
“Pemprov DKI mendukung orientasi MUI 2025–2030, terutama dalam memperkuat moderasi beragama, menolak ekstremisme dan intoleransi, serta memberikan panduan yang responsif terhadap persoalan baru seperti kecerdasan buatan, ekonomi syariah, kesehatan mental, dan tantangan sosial perkotaan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan