Gubernur Pramono juga berharap MUI terus memperkuat perannya hingga ke tingkat masyarakat sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan umat. Ia mengatakan MUI perlu terus memperbarui metode dakwah agar tetap relevan dengan karakter masyarakat Jakarta yang modern, plural, dan digital.

“MUI diharapkan hadir sampai ke tingkat masyarakat, menjadi jembatan antara pemerintah dan umat, menyampaikan aspirasi masyarakat, memberi masukan terhadap kebijakan, serta terus memperbarui metode dakwah agar relevan dengan kehidupan masyarakat Jakarta yang modern, plural, dan digital,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk terus membangun kolaborasi strategis dengan MUI dan berbagai lembaga keagamaan lainnya. Sinergi tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyusunan peta jalan keumatan Jakarta 2025–2030 yang terintegrasi dengan RPJMD, penguatan kerukunan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta membuka ruang bagi MUI menjadi mitra yang kritis dan konstruktif.

Sementara itu, Ketua MUI DKI Jakarta, Gus Faiz Syukron Makmun, berharap MUI terus menjadi rumah besar yang mampu mempersatukan seluruh elemen umat Islam. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan Pemprov DKI Jakarta kepada MUI.

“Mudah-mudahan ke depan MUI bisa menjadi sarana perjuangan umat, menjadi rumah besar yang mengayomi semua perjuangan besar. Mudah-mudahan itu selalu dibersamai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Gus Faiz menilai sinergi yang baik antara MUI dan Pemprov DKI Jakarta menjadi modal penting dalam menjalankan amanah organisasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Sekali lagi terima kasih kepada Bapak Gubernur dan seluruh jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang selama ini sudah begitu banyak memberi bantuan dan perhatian kepada MUI,” tutupnya.(Fi)