“Usaha itu harus berkelanjutan,” tegas Helvi saat menjelaskan pentingnya menjaga keberlangsungan usaha, termasuk melalui konsistensi kualitas produk dan pelayanan kepada konsumen.

Dari perspektif kewirausahaan sosial, Vikra Ijas berbagi pengalaman membangun Kitabisa sebagai platform penggalangan dana daring yang menghubungkan masyarakat untuk membantu sesama. Ia menekankan pentingnya jejaring, bimbingan mentor, dan kolaborasi untuk mengubah ide menjadi aksi yang memberikan manfaat.

Menurut Vikra, jiwa kewirausahaan tidak selalu harus diwujudkan dengan mendirikan bisnis. Nilai tersebut juga dapat diterapkan dalam berbagai profesi melalui kreativitas dan keinginan untuk menciptakan perubahan.

“Bukan tentu semua orang harus jadi pebisnis, tapi kita sudah diberkahi keresahan untuk membuat perbaikan, daya imajinasi untuk bisa melihat sesuatu versi lebih baiknya lagi,” ujar Vikra dalam pemaparannya.

Ia mengajak generasi muda untuk merawat kepedulian dan empati serta berani mencari solusi atas persoalan di sekitarnya. Dengan demikian, kewirausahaan dapat menjadi cara untuk menghadirkan perubahan, baik melalui usaha maupun kontribusi dalam profesi masing-masing.

Melalui sesi ini, IYS 2026 mengajak generasi muda mengembangkan potensi, menciptakan peluang kerja, dan menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.(Red)