Sleman,
Pengukuhan dihadiri jajaran pejabat Ditjen PHL, Dinas LHK DIY, BPHL Wilayah VIII Surabaya, asosiasi mitra (APHI, APKINDO, ISWA, dan APKI), Perum Perhutani, PT Inhutani I dan V, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta GANISPH dari seluruh Indonesia, baik luring maupun daring.
Munas pertama ASGANISPH Nasional memilih Didi Kuntoro, Aparatur Sipil Negara pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah yang memegang kualifikasi GANISPH Pengujian Kayu Bulat (PKB), sebagai Ketua.
Dirjen PHL menyebut Munas pertama ini merupakan peristiwa bersejarah bagi dunia kehutanan Indonesia. Ditjen PHL menginisiasi lahirnya asosiasi ini karena mutu pengelolaan hutan di lapangan sangat ditentukan oleh mutu tenaga teknisnya.
“Selama ini GANISPH bekerja tersebar di ribuan unit manajemen, sering kali sendiri-sendiri, tanpa wadah bersama yang memperjuangkan mutu profesi. Hari ini kekosongan itu telah terisi. Munas Pertama ini adalah titik awal, bukan garis akhir,” ujar Laksmi.
Ia menegaskan GANISPH adalah ujung tombak pengelolaan hutan lestari, mulai dari perencanaan dan inventarisasi, pembinaan hutan, penatausahaan hasil hutan, hingga perlindungan hutan.
“Saya berharap seluruh GANISPH terus menjunjung tinggi profesionalitas yang bertumpu pada kompetensi dan integritas, termasuk menegakkan kode etik profesi yang telah ditetapkan dalam Munas. Laksmi juga mendorong penguatan kelembagaan, antara lain dengan membentuk kepengurusan daerah, membangun basis data anggota, dan menyusun program kerja yang terukur,” imbuh Laksmi.
Ia juga meminta ASGANISPH menjadi wadah silaturahmi bagi tenaga teknis dari Sumatera hingga Papua, memperjuangkan pengakuan profesi dan kesejahteraan anggota, sekaligus menjadi mitra strategis Kementerian Kehutanan dalam perumusan kebijakan, peningkatan kapasitas, pelaksanaan Multiusaha Kehutanan, dan pencapaian Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan