Pelaksanaan di Klaten menjadi kegiatan ToT terakhir dalam rangkaian program Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA pada 2026. Peserta mendapatkan pembekalan melalui teori, praktik lapangan, dan evaluasi. Materi yang diberikan meliputi kebijakan olahraga disabilitas, klasifikasi, identifikasi bakat, strategi pengembangan dan pemberdayaan, serta metode kepelatihan.
“Peserta juga mengikuti praktik uji bakat dan penyusunan program latihan. Untuk mengukur pemahaman dan kemampuan, dilakukan pre-test, post-test, serta praktik mengajar,” imbuhnya.
Pelaksanaan ToT di Klaten juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, organisasi olahraga disabilitas, pelatih, penggerak olahraga, komunitas, serta sekolah yang berkaitan dengan pembinaan penyandang disabilitas.
Kemenpora menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Klaten, NPCI Kabupaten Klaten, para narasumber, panitia, komunitas, organisasi olahraga, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
Para peserta juga diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas selama mengikuti ToT. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan diterapkan di lapangan dan disebarluaskan kepada penggerak olahraga lainnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof. Dr. Sapta Kunta Purnama, M.Pd., Dr. Hendrig Joko Prasetyo, M.Or., dan Dr. dr. Retno Setianing, Sp.KFR(K).
Turut hadir, Plt. Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Budi Aryanto Muslim turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa, perwakilan Pemerintah Kabupaten Klaten, NPCI Kabupaten Klaten, narasumber, dan para peserta.(Red)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan