Peningkatan serupa terjadi pada volume peti kemas. Selama Januari-Mei 2026, volume peti kemas melalui layanan direct call mencapai 58.237 TEUs, naik 125 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 25.904 TEUs.
Amsakar mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya akses Batam terhadap jalur perdagangan internasional.
“Ini menunjukkan bahwa konektivitas Batam terus berkembang. Akses yang semakin terbuka akan memberikan ruang yang lebih besar bagi dunia usaha dan industri untuk terhubung dengan pasar internasional,” katanya.
Selain konektivitas melalui jalur laut, Batam juga memperkuat infrastruktur digital. Salah satunya melalui pendaratan Nongsa-Changi Cable (NCC) di Batam pada 20 Juli 2026.
Kabel bawah laut tersebut menghubungkan Nongsa Digital Park di Batam dengan Changi, Singapura, melalui 24 pasang serat optik. Infrastruktur ini menjadi bagian dari penguatan konektivitas digital Indonesia-Singapura sekaligus mendukung kebutuhan industri berbasis teknologi, termasuk pusat data, komputasi awan, kecerdasan artifisial (AI), dan interkoneksi antarpusat data.
Dengan perkembangan tersebut, konektivitas Batam tidak lagi hanya bertumpu pada jalur pelayaran dan perdagangan melalui laut. Infrastruktur digital turut menjadi bagian penting dalam memperluas hubungan Batam dengan pusat ekonomi dan teknologi di kawasan.
Amsakar menegaskan penguatan konektivitas pelabuhan dan digital perlu berjalan beriringan untuk membangun ekosistem yang mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Konektivitas ini menjadi modal penting bagi Batam untuk terus memperluas jaringan perdagangan dan investasi. Karena itu, penguatan infrastruktur pelabuhan harus berjalan beriringan dengan pembangunan konektivitas digital agar Batam semakin siap menjawab kebutuhan dunia usaha dan perkembangan industri ke depan,” ungkap Amsakar.
Dengan dukungan infrastruktur yang terus dikembangkan, Batam diarahkan tidak hanya menjadi kawasan yang strategis secara geografis, tetapi juga semakin terhubung dengan jaringan perdagangan, investasi, dan teknologi regional maupun internasional.(OP)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan