Melalui berbagai program pangan dan kesehatan masyarakat, Pemerintah Kota Bekasi ingin membangun kesadaran bahwa makanan segar, bergizi, dan berbasis bahan lokal dapat menjadi pilihan utama dibandingkan konsumsi makanan instan atau junk food.

Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali mengenal dan menikmati makanan tradisional yang kaya nilai gizi. Ia mencontohkan berbagai kuliner daerah yang memiliki komposisi pangan seimbang, seperti tahu campur khas Jawa Timur yang mengombinasikan bahan nabati dari tahu dengan tambahan sumber protein lainnya.

“Generasi sekarang perlu kembali mengenal makanan tradisional. Banyak makanan daerah yang sebenarnya memiliki nilai gizi baik karena menggunakan bahan segar dan berkualitas,” jelasnya.

Selain melalui lomba cipta menu, Pemerintah Kota Bekasi memastikan program pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan secara terintegrasi dan tidak berdiri sendiri. Implementasi program harus mampu menjangkau kebutuhan kecukupan gizi masyarakat Kota Bekasi secara menyeluruh, mulai dari edukasi, penyediaan pangan, hingga pengawasan.

Dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wali Kota menegaskan pentingnya pengawasan secara berkelanjutan agar kualitas menu yang diberikan tetap sesuai standar gizi. Lomba kreasi menu MBG juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam menciptakan inovasi makanan sehat berbasis potensi lokal.

“Menu-menu kreatif hasil karya masyarakat Kota Bekasi nantinya dapat dikembangkan dan dipublikasikan sebagai inspirasi bersama. Kita ingin masyarakat ikut berperan dalam menciptakan menu sehat, bergizi, dan terjangkau,” ungkapnya.

Pada Jumat mendatang, Pemerintah Kota Bekasi juga akan menggelar program Gebrak Pasar (Gerakan Kembali ke Pasar) sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat memilih bahan pangan segar dan mendukung keberadaan pasar rakyat.(Fi)