Meski demikian, Farhan menyebut data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung menunjukkan adanya peningkatan kasus tetapi belum menunjukkan angka yang dianggap sangat signifikan.
Ia menduga ramainya informasi mengenai super flu di media sosial turut membuat masyarakat lebih waspada sehingga kunjungan ke fasilitas kesehatan meningkat.
“Laporan dari Dinkes, ada peningkatan tapi ternyata datanya juga tidak terlalu signifikan. Tapi di media sosial ramai sampai IGD pun penuh,” kata Farhan.
Menurutnya, kewaspadaan masyarakat merupakan hal yang baik tetapi tidak perlu berubah menjadi kepanikan.
“Flu sedikit juga karena ada super flu jadi wajarlah. Bagus kewaspadaan,” ungkapnya.
Farhan juga memastikan Pemkot Bandung akan menjaga agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan ketika membutuhkan penanganan medis.
Ia meminta fasilitas kesehatan tidak menolak pasien terutama dalam kondisi yang membutuhkan penanganan segera.
“Saya akan memastikan bahwa tidak ada satu pun fasilitas kesehatan yang menolak pasien. Terima dulu, tangani, baru tanyakan tentang BPJS-nya,” jelas Farhan.
Selain menjaga kewaspadaan di fasilitas kesehatan, Farhan juga menyarankan masyarakat yang masih sehat untuk mempertimbangkan vaksinasi influenza.
“Untuk yang masih sehat, saya sarankan untuk segera suntik vaksin flu,” tuturnya.(Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan