Sementara itu, Direktur Operasi Pembangkit Gas PT PLN Indonesia Power, Daniel Eliawardhana mengatakan, persiapan dan aspek teknis proyek saat ini sedang dilakukan.
“Secara target waktu sesuai yang disampaikan Pak Gubernur tadi, kita akhir tahun 2027 ini sudah bisa beroperasi setara 134 megawatt peak,” ujarnya.
Selain Gajah Mungkur, pengembangan PLTS di Jawa Tengah juga direncanakan di Waduk Kedung Ombo dengan kapasitas sekitar 100 MWac. Proyek lain dengan kapasitas sekitar 7,4 MW juga disiapkan di Karimunjawa.
Pembangunan PLTS Gajah Mungkur merupakan bagian dari Program PLTS 100 GWp yang dikembangkan pemerintah secara nasional, untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah serius mengejar pembangunan pembangkit listrik tenaga surya tersebut. Dia menargetkan kapasitas PLTS 100 GWp tersebut dapat dibangun dalam tiga tahun.
Menurut Prabowo, pengembangan energi tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat kemandirian energi.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut, Program PLTS 100 GWp secara nasional diperkirakan membutuhkan investasi sekitar 73 miliar dolar AS, atau lebih dari Rp1.140 triliun.
Program tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja, sekaligus menghasilkan efisiensi subsidi energi sekitar Rp73,9 triliun per tahun.
Khusus PLTS Terapung Gajah Mungkur, area panel direncanakan ditempati kurang dari 5 persen dari luas Waduk Gajah Mungkur yang mencapai sekitar 5.600 hektare. Tata letaknya disiapkan dengan mempertimbangkan perubahan muka air waduk, serta tetap mempertahankan jalur aktivitas masyarakat dan nelayan.
Pada tahap konstruksi, proyek ini juga diperkirakan membutuhkan sekitar 150 hingga 250 tenaga pendukung, yang dapat direkrut dari masyarakat lokal melalui kontraktor. (Ft)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan