“Untuk tahun depan, saat ini sedang dilakukan kajian pembangunan pelabuhan terpadu. Diharapkan di tahun berikutnya akan dilakukan pembangunan fisik. Gubernur berencana untuk membangun pelabuhan dan gudang-gudang logistic. Ini untuk menambah pelayaran ke sana, bagaimana logistik bisa diangkut ke sana dengan harga yang terjangkau,” sebutnya.

Untuk program strategis daerah (PSD), lanjut Basarin, Pemprov Sumut juga melaksanakan pembangunan infrastruktur seperti talud, turap, atau dinding penahan tanah pada sejumlah ruas jalan. Selain itu, pemerintah meningkatkan fungsi sejumlah puskesmas untuk memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat.

Dua puskesmas di Mandrehe, Nias Barat, dan Lahewa, Nias Utara, akan ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap. “Karena hanya ada satu rumah sakit yang operasional saat ini di Gunung Sitoli.

Maka supaya aksesnya lebih dekat dan bisa memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Dua puskesmas ini sedang proses pembangunan dan nantinya dilengkapi dokter spesialis,” ucap Basarin.

Sementara itu, Ketua DHD BPK 45 Sumut Mayjen TNI (Purn) M Hasyim menilai program Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut berkantor di Kepulauan Nias merupakan salah satu upaya mewujudkan persatuan melalui keadilan sosial bagi masyarakat. Untuk membangun semangat ’45 di kalangan generasi muda, pihaknya berkolaborasi dengan siswa SMA di Kepulauan Nias melalui berbagai kegiatan pembinaan.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan anak-anak muda pada masa lalu yang rela mengorbankan harta, jiwa, raga, dan darah. Karena itu, ia berharap semangat perjuangan tersebut tetap dimiliki generasi muda saat ini.

“Pada tahun 2026 di Kepulauan Nias, sasaran kita membina wawasan kebangsaan pada anak-anak SMA dan pemuda-pemuda yang ada di Nias. Kami melihat program gubernur sangat baik dan kami sangat mendukung program ini,” pungkasnya. (Mp)