BANDA ACEH,Pilarbangsa.com – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), kembali mengingatkan tentang pentingnya seluruh jajarannya untuk menyempurnakan Program Satu Data Aceh, yaitu menghadirkan data yang akurat, progresif, terpadu, dan mudah diakses.

“Ini adalah salah satu program yang wajib diwujudkan, sebagai bentuk pemutakhiran pelayanan publik berbasis digital. Kita membutuhkan data yang terintegrasi, diperbarui secara berkala, dan disajikan dengan cepat dan konsisten,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Rabu (12 Agustus 2026).

Gubernur Mualem, kata Nurlis, menaruh perhatian terhadap pengembangan Program Satu Data Aceh karena menjadi bagian fundamental dari Visi dan Misi Pembangunan Aceh 2025-2030. Platform tersebut juga menjadi bentuk konkret implementasi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, yang diturunkan ke dalam Peraturan Gubernur Aceh Nomor 39 Tahun 2023.

Itulah sebabnya, kata Nurlis, Gubernur Mualem sudah memberi arahan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, untuk terus memantau perkembangan pengembangan Program Satu Data Aceh.

Sikap Gubernur Mualem ini juga disampaikan kembali dalam Forum Satu Data Aceh yang dilaksanakan di Hotel The Pade, Darul Imarah, Aceh Besar, pada Selasa (11 Agustus 2026).

Forum Satu Data Aceh menghadirkan Pemerintah Aceh melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Aceh (Bappeda) berkolaborasi dengan Australia Indonesia Partnership-Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (AIP-SKALA).

“Tujuanya untuk memperkuat tata kelola dan kualitas data untuk mendukung perencanaan pembangunan yang berbasis bukti, responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah dan nasional,” kata Nasir.

Acara itu menghadirkan 31 SKPA yang berada dalam kelompok Produsen Data Pemerintah Aceh Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, 14 SKPA dalam kelompok Produsen Data Pemerintah Aceh Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, 10 SKPA dalam kelompok Produsen Data Pemerintah Aceh Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, tim sekretariat Satu Data Aceh, dan perwakilan dari seluruh Kabupaten/Kota se-Aceh.

Sekda Nasir, dalam Berbagainya yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh Teuku Robby Izra menguraikan tentang pentingnya data yang akurat, muthakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.