“Kita berharap kawasan ini nantinya tidak hanya menjadi ruang publik untuk masyarakat dan anak-anak muda beraktivitas, tetapi juga bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang datang ke Kota Palembang,” ujarnya.
Penataan kawasan bawah Jembatan Ampera tersebut tidak hanya terfokus pada pembangunan fasilitas baru. Pemkot Palembang juga akan melakukan perapian dan penataan kawasan secara menyeluruh agar lingkungan di sekitar ikon Kota Palembang terlihat lebih tertib dan nyaman.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut. Penataan nantinya akan dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi dan aktivitas masyarakat di lokasi.
Isnaini menargetkan proses pengerjaan dan penataan kawasan bawah Jembatan Ampera tersebut dapat mulai direalisasikan pada tahun 2026.
“Kita targetkan tahun ini sudah mulai direalisasikan. Untuk itu, koordinasi dengan instansi terkait dan pihak CSR akan terus kita lakukan agar seluruh tahapan yang sudah disiapkan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Pemkot Palembang berharap penataan kawasan tersebut dapat memperkuat fungsi ruang publik sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata tepian Sungai Musi.
Dengan lingkungan yang lebih tertata dan dilengkapi ruang kreatif, kawasan bawah Jembatan Ampera diharapkan dapat menjadi salah satu titik baru yang memperkuat daya tarik Kota Palembang, baik bagi masyarakat maupun wisatawan.(Sp)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan